Showing posts with label Pembelajaran Daring Sosiologi XI IPS Tapel 2020-2021. Show all posts
Showing posts with label Pembelajaran Daring Sosiologi XI IPS Tapel 2020-2021. Show all posts

Wednesday, September 23, 2020

Penilaian Tengah Semester Sosiologi Kelas XI IPS SMA Negeri 2 Kraksaan-Selasa, 22 September 2020

 Assalamualaikum selamat siang anak-anakku kelas XI IPS, bagaimana kabarnya hari ini? Semoga selalu sehat dan berdaya  walau di tengah pandemi. Silakan mengisi kegiatan dengan cara di bawah ini di bawah ini ya. 

Langkah-langkah : 

1. Buka link joinmyquiz.com

2. Masukkan kode 19723920

3. Selamat mengerjakan

Atau bagi yang belum bisa, silakan buka google classroom kalian masing-masing, sudah saya sertakan link nya di sana. Semangaat. 

Monday, September 7, 2020

Pertemuan 7-Pembelajaran Daring Sosiologi Kelas XI IPS SMA Negeri 2 Kraksaan Kolaboratif Aspek Perkembangan Kesadaran Tanggung Jawab Sosial- Selasa, 8 September 2020

 Selamat pagi anak-anakku kelas XI IPS. Kembali berjumpa bersama pak Ziqi. Pada kesempatan kali ini, kita akan kembali belajar sosiologi. Apa yang akan kita pelajari?? Kita akan belajar mengenai Pola Hubungan Antar Kelompok dalam Masyarakat. Bagaimana sih maksudnya? Yuk kita membahasnya bersama di bawah: 

Pola hubungan antar kelompok yang mungkin terjadi diantaranya diungkapkan oleh dua ilmuwan sosiologi, yakni Michael Banton dan Stanley Lieberson. Keduanya merumuskan pola hubungan antarkelompok yang mungkin terjadi. 

Menurut Michael banton, pola hubungan antar kelompok yang mungkin terjadi antara lain: 

1. Akulturasi, terjadi ketika kebudayaan kelompok antar ras yang bertemu mulai membaur. Contoh pada lingkungan rumah kalian terdiri atas orang dari suku Jawa, Madura, Kalimantan, dan Papua. Mereka berinteraksi dan berbaur sehinggi timbul lah akulturasi. 

2. Dominasi, terjadi bisa satu kelompok menguasai kelompok lain. Saat dominasi akan ada potensi terjadinya beberapa hal di bawah ini yakni :

a. Genosida

b. Pengusiran

c. Perbudakan

d. Segregasi 

e. Asimilasi 

3. Paternalisme, bentuk dominasi kelompok ras pendatang atas kelompok pribumi/penduduk asli 

4. Integrasi, suatu pola hubungan yang mengakui adanya perbedaan ras dalam masyarakat tetapi tidak memberikan perhatian khusus pada perbedaan ras tersebut

5. Pluralisme, suatu pola hubungan yang mengakui persamaan hak warga baik politik maupun perdata masyarakat. 

Ada pun Stanley Lieberson lebih singkat merumuskan pola hubungan antarkelompok yang mungkin terjadi. 

1. Pola dominasi kelompok pendatang atas kelompok pribumi

2. Pola dominasi kelompok pribumi atas pendatang

Nah kalian sudah mengenal mengenai pola hubungan antar kelompok dalam masyarakat, saatnya mengisi kegiatan di bawah ini yaa. 

Link daftar hadir: https://forms.gle/CV55ukgh9sFV7UC76

Monday, August 31, 2020

Pertemuan 6-Pembelajaran Daring Sosiologi Kelas XI IPS SMA Negeri 2 Kraksaan Kolaboratif Aspek Perkembangan Kesadaran Tanggung Jawab Sosial- Selasa, 1 September 2020

 Selamat pagi anak-anakku kelas XI IPS. Kembali berjumpa pada mapel sosiologi edisi kelompok sosial. Nah kemarin kan kalian telah mengetahui mengenai dimensi kelompok sosial. Apa sih dimensi-dimensi itu maksudnya? Mari ikuti bacaan di bawah

1. Dimensi sejarah berkaitan dengan masalah tumbuh dan berkembangnya suatu kelompok. Ini berarti sebuah kelompok memiliki sejarah perkembangan dan pertumbuhan berkaitan dengna perjalanan kelompok tersebut. Sebuah kelompok dilihat dari sisi sejarahnya. 

2. Dimensi institusi, berkaitan dengan institusi sosial atau institusi ekonomi 

3. Dimensi gerakan sosial, baik yang diprakarsai oleh pihak yang menginginkan perubahan atau mereka yang ingin mempertahankan keadaan yang sudah ada. Ini artinya kelompok dilihat dari yang menginginkan perubahan dan tetap pada keadaan lama. Berpotensi terjadi konflik horizontal dan meluas. 

4. Dimensi perilaku, salah satu perilaku yang tampak yakni terjadinya diskriminasi pada anggota berbagai kelompok. Diskriminasi terjadi karena adanya sikap saling mengedepankan kelompoknya sendiri. 

5. Dimensi perilaku kolektif, tindakan bersama oleh sejumlah besar orang, bukan tindakan individu semata. Artinya tindakan kelompok meskipun terdiri dari banyak individu, merupakan sebuah tindakan bersama. Kolektif, bukan perorangan. 

6. Dimensi sikap, timbulnya prasangka atau stereotip dan memunculkan sikap partikular dan eksklusif. Ini yang nantinya memunculkan partikualrisme kelompok dan eksklusivisme kelompok. 

Nah selain dimensi kelompok tersebut, ada pula yang dinamakan Eksklusivisme dan partikularisme kelompok. 

Partikularisme kelompok berarti sistem yang mengutamakan kepentingan pribadi di atas kepentingan umum atau aliran politik, ekonomi, kebudayaan yang mementingkan daerah atau kelompok khusus, sukunya sendiri. Orang yang menganut ini maka akan memperlakukan keluarga, atau anggota sesuku atau sedaerahnya lebih baik dari orang lain, dan membiarkan orang lain yang tidak sedaerah dengannya untuk mengurus dirinya sendiri. 

Eksklusivisme kelompok adalah paham yang memiliki kecenderungan memisahkan diri dari masyarakat. 

Nah untuk pertemuan berikutnya kita akan membahas mengenai Pola hubungan antarkelompok. Jika ada yang ingin ditanyakan silakan langsung WA pribadi atau komen di google classroom yaa. Jangan  lupa mengisi link daftar hadir di bawah ini. Terima kasih dan tetap semangaat. 

Link daftar hadir: https://forms.gle/Uvwv2Wdc2QLWDred9

Tuesday, August 18, 2020

Pertemuan 5 Pembelajaran Daring Sosiologi Kelas XI IPS SMA Negeri 2 Kraksaan, Selasa 18 Agustus 2020

 Selamat pagi anak-anakku kelas XI IPS, bagaimana kabarnya hari ini? Bismillah semoga selalu tetap sehat dan luar biasa yaa. Hari ini kita kembali belajar bersama mengenai sosiologi. Semoga tetap semangat selalu yaa walau kita berhadapan dengan pandemi covid yang belum ketemu ujungnya. Dalam kelompok sosial, terdapat beberapa dimensi yang berkaitan dengan hubungan antarkelompok. Ada yang tahu? Berikut beberapa dimensinya

1. Dimensi sejarah

2. Dimensi gerakan sosial 

3. Dimensi institusi

4. Dimensi perilaku 

5. Dimensi perilaku kolektif 

6. Dimensi sikap 

Bagaimana pengertian dimensi tersebut? Ada yang tahu? Diskusinya bisa kita mulai minggu depan yaa. Silakan bertanya jika masih bingung

Link daftar hadir https://forms.gle/mXXnYHzqcFzBvMg2A

Monday, August 10, 2020

Pertemuan 4-Pembelajaran Daring Sosiologi Kelas XI IPS SMA Negeri 2 Kraksaan-Selasa 11 Agustus 2020

 Assalamualaikum selamat pagi anak-anakku kelas XI IPS. Bagaimana kabarnya hari ini? Masih semangat kah? Tetap semangaat walau misalnya baru mandi atau bahkan belum mandi, hehe, bercanda kok. ALhamdulillah pak Ziqi mengapresiasi dan salut kepada kalian yang masih tetap berusaha mengikuti pembelajaran daring hingga saat ini. Walau mungkin tidak semaksimal pembelajaran tatap muka, tapi kalian sudah berusaha semaksimal mungkin. Terima kasih. 

Pada pembelajaran 1 hingga tiga kemarin kita sudah berbicara banyak mengenai apa itu kelompok sosial, sampai pada ciri-cirinya. Nah, pertemuan kali ini kita akan kepoin tentang apa saja sih bentuk kelompok sosial itu? Hmm, sudah ada yang tahu kah??

Kelompok sosial terbagi menjadi beberapa wujud: 

Menurut Emile Durkheim (ini Suci yang fasih nyebutnya, gimana Cik nyebutnya?? Waktu yang dulu di kelas itu, Hiihihi), ada dua kelompok sosial yaitu: 

1. Kelompok sosial berdasarkan solidaritas mekanik

2. Kelompok sosial berdasarkan solidaritas organik 

Menurut Ferdinand Tonnies, kelompok sosial dibagi menjadi dua, yakni: 

1. Paguyuban

2. Patembayan 

Menurut Cooley dan Ellsworth kelompok sosial terdiri atas 

1. Kelompok primer

2. Kelompok sekunder 

Menurut Sumner kelompok sosial terbagi atas: 

1. In-Group

2. Out-Group 

Naah, untuk pemahaman dan contohnya bagaimana?? Silakan berkreasi dengan mencari menggunakan bahasa kalian sendiri. Semangaat. Minggu depan kita bertemu lagi dengan topik lanjutan dan tambahan topik berbeda. Salam sehaat. 

Jangan lupa mengisi daftar hadir yaa dengan mengisi link di bawah ini. 

Link: https://forms.gle/4T4mwSqJZQzTbVi38

Monday, August 3, 2020

Pertemuan 3 Pembelajaran Sosiologi Daring Kolaboratif Aspek Perkembangan Kesadaran Tanggung Jawab Sosial Kelas XI IPS SMA Negeri 2 Kraksaan, Selasa 04 Agustus 2020

        Selamat pagi anak-anakku kelas XI IPS, alhamdulillah kita kembali bisa bertemu secara daring pagi ini melalui blog pak Ziqi. Bagaimana kabarnya hari ini? Adakah yang kurang enak badan? Atau alhamdulillah sehat semua? Intinya tetap semangat dan jaga selalu imunitas atau daya tahan tubuh selama pandemi ini yaa. Termasuk saat kita bersama belajar sosiologi. 
Okee, kali ini bersama-sama lagi kita akan belajar mengenai sosiologi. Kalau kemarin kita sudah belajar mengenai pengertian kelompok sosial, ciri kelompok sosial, ada yang ingat tidak hari ini kita akan belajar apa?? hayooo
        Ya, tepat sekali, kali ini kita akan membahas mengenai proses dan faktor pembentuk kelompok sosial. Ada yang sudah mencari di internet kah mengenai proses dan faktor pembentuk kelompok sosial?? Kalau belum, ayo bersama membaca bahan tulisan di bawah untuk mengenal lebih jauh apa sih proses dan faktor pembentuk kelompok sosial itu. Hmmm, apa yaaa...๐Ÿ˜•

        1. Proses Pembentuk Kelompok Sosial 
Manusia hakikatnya selain makhluk individu juga merupakan makhluk sosial. Artinya secara kodrat, tidak dapat hidup tanpa orang lain. Senantiasa membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Oleh karena itu manusia harus membentuk dan mengembangkan hubungan sosial dengan orang lain. Setelah melakukan interaksi/hubungan dengan orang lain, maka untuk bisa bertahan maka manusia membentuk kelompok. 
Suatu kelompok sosial baru terbentuk ketika terdiri atas minimal dua orang yang saling berinteraksi dan memengaruhi. Semakin banyak yang saling berinteraksi dan memengaruhi, akan terciptalah sebuah kelompok besar. Ketika nanti kelompok tersebut tertata dan terikat struktur sosial, maka lambat laun terbentuk lah kelompok sosial. 

        2. Faktor Pembentuk Kelompok Sosial
Berikutnya yang akan kita bahas adalah faktor pembentuk kelompok sosial. Tentu ada faktor-faktor yang membentuk kelompok sosial. Apa saja sih faktor-faktor itu?
1. Kepentingan yang sama 
2. Pertalian darah atau keturunan yang sama
3. Daerah atau wilayah yang sama

        Nah, anak-anakku, demikian lah seklumit materi mengenai proses dan faktor pembentuk kelompok sosial. Minggu depan kita akan belajar mengenai berbagai bentuk dan jenis kelompok sosial. Ditunggu yaa meeting selanjutnyaa..
        Jangan lupa mengisi google form pada link di akhir bacaan yaa. Kemudian isi lengkap sesuai perintah yang ada pada form tersebut. Terima kasiih.
Link daftar hadir dan evaluasi materi: https://forms.gle/NwCRV4AKEZMVVuw48 

Monday, July 27, 2020

Pertemuan 2- Pembelajaran Daring Sosiologi Kelas XI IPS- Selasa, 28 Juli 2020

        Selamat pagi anak-anakku kelas XI IPS. Kembali berjumpa bersama pak Ziqi dalam pembelajaran daring sosiologi pertemuan kedua. Kemarin kita kan sudah membahas mengenai kelompok sosial, bagaimana menurut kalian? Ada apa tidak nih kelompok sosial di lingkungan kalian?? Coba jawab, hehe. Tapi sebelum itu, akan saya lanjutkan yaa pembahasan tambahan dari materi kita seminggu lalu. 
        Masih tentang dasar pembentukan kelompok sosial. Ada pun pengertian kelompok sosial yang disarikan dari berbagai pendapat ahli adalah kumpulan individu yang memiliki hubungan, saling berinteraksi, sehingga mengakibatkan munculnya kebersamaan dan rasa saling memiliki. Tentu ini nyambung dengan pengertian individu dan kelompok yang pernah kalian pelajari di kelas X kemarin, masih ingat kaan?
        Nah, bagaimana sih ciri-cirinya kelompok sosial itu? Apakah orang yang kumpul-kumpul di pinggir jalan dengan memainkan HP masing-masing bisa disebut kelompok sosial? Untuk memastikan itu, yuk kita lihat ini dia ciri-cirinya: 
1. Kelompok sosial adalah satu kesatuan yang nyata, dapat dikenal, dan dapat dibedakan kelompok sosialnya
2. Tiap anggota kelompok sosial merasa memiliki kepentingan yang sama, dan mempertahankan nilai-nilai kehidupan yang sama
3. Tiap kelompok sosial memiliki struktur sosial
4. Tiap anggota kelompok sosial memiliki peran yang berbeda
5. Tiap kelompok sosial memiliki norma-norma kelakuan yang mengatur peran anggota 

        Nah, minggu depan kita akan belajar proses dan faktor pembentuk kelompok sosial, kalian bisa searching-searching dulu di dunia maya atau tanya kakak kelas kalau penasaran. Kalau belum penasaran, tunggu meeting berikutnya dengan pak Ziqi yaa minggu depan. Salam sehat dan semangat selalu anak-anakku kelas XI IPS๐Ÿ’ช๐Ÿ˜Š

Berikut link daftar hadir kegiatan hari ini, jangan lupa klik link di bawah ini dan isi dengan lengkap yaa:

Monday, July 20, 2020

Pertemuan 1- pembelajaran daring Sosiologi kelas XI IPS- Selasa, 21 Juli 2020

Selamat datang para peserta didik kelas XI IPS pada pertemuan 1 pembelajaran daring Sosiologi. Sebelumnya saya ucapkan selamat karena telah naik kelas dan melanjutkan belajar ke tahap berikutnya. Saat pandemi covid 19 ini dengan berat hati memang kita belum bisa belajar bertatap muka di sekolah. Namun lewat google classroom, wa, dan blog pak Ziqi ini, kita tetap akan terus belajar demi meningkatkan kualitas. 
Nah kali ini kita akan membahas mengenai Dasar Pembentukan Kelompok sosial
Sudah ada yang pernah mengetahui mengenai Kelompok sosial? Kalau tidak ada, saya akan bagikan dulu mengenai bagaimana sih dasar pembentukannya?
Ringkasnya, salah satu utama dasar pembentukan kelompok sosial yakni keterikatan dan ketergantungan antara manusia satu dengan manusia lain, mendorong untuk membentuk kelompok masyarakat yang nantinya disebut kelompok sosial. 
Ada pun dalam dasar pembentukan kelompok sosial juga ada hakikat kelompok sosial, yakni keinginan individu untuk belajar bersama dengan para peserta didik. Dan keinginan untuk menjadi satu dengan alam. 
Lantas apa sih kelompok sosial dan apakah ada bentuknya? Apakah XI IPS termasuk kelompok sosial?
Tentu saja ada, dan itu akan menjadi pembahasan kita berikutnya. 
Jika ada pertanyaan, silahkan ketik pada kolom komentar di google classroom anda ya. Salam sehat dan semangat selalu๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜‰


Berikut link daftar hadir telah mengakses materi pembelajaran daring sosiologi mengenai dasar pembentukan kelompok sosial. Silahkan klik dan diisi yaa. 

Cegah Kriminalisasi Melalui Dewan Etik Guru

  Oleh : Masbahur Roziqi Penulis adalah guru bimbingan dan konseling SMAN 1 Kraksaan Kabupaten Probolinggo Profesi guru ternyata masih r...