Friday, November 5, 2021

Tuesday, November 2, 2021

Demonstrasi Kontekstual Modul 1.1 PGP Angkatan IV

 Karya : Masbahur Roziqi, Calon Guru Penggerak SMAN 1 Kraksaan Kabupaten Probolinggo 



Koneksi Antar Materi Pemikiran KHD Ala Masbahur Roziqi Modul 1.1

Awal Memaknai Merdeka Belajar 

Oleh : Masbahur Roziqi 

Calon Guru Penggerak SMAN 1 Kraksaan Kabupaten Probolinggo 

Peserta Pendidikan Guru Penggerak Angkatan IV Tahun 2021

    SALAM DAN BAHAGIA!!

    Bersyukur luar biasa. Selama dua minggu, dan sekarang menuju tiga mingu, saya berkutat dengan pemikiran KHD (Ki Hadjar Dewantara) mengenai pendidikan. Tidak hanya belajar melalui tulisan KHD dan beberapa video pendek kemdikbudristek di LMS, saya juga membaca karya KHD melalui karyanya langsung. Hasilnya, saya semakin ingin menerapkan prinsip dan asas pendidikan KHD ini dalam setiap layanan BK yang saya lakukan. Baik layanan dasar, layanan responsif, maupun dukungan sistem. Modul 1.1 membuat saya mulai awal memaknai merdeka belajar. 

    Sebelumnya jujur saya akui sebelum mempelajari modul 1.1 ini, saya merasa dominasi seorang guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dan layanan BK itu masih perlu. Sebab guru masih saya anggap sebagai instruktur yang wajib menentukan arah kegiatan tanpa harus disibukkan dengan memikirkan aspek murid. Selain itu saya juga masih bisa memaklumi jika ada bapak dan ibu guru yang melakukan justifikasi personal kepada murid. Kadang saya juga berpikir, bahwa semua apa yang dilakukan guru sesuai keinginan guru itu lah yang terbaik bagi murid. 

Namun setelah belajar mengenai asas pendidikan KHD dalam modul 1.1 ini, ternyata pemikiran saya tersebut ada yang harus direvisi, dan ada pula yang harus dikuatkan. Setelah hampir tiga minggu mempelajari modul ini, perlahan ada beberapa hal yang berubah dari diri saya. Pertama berkaitan dengan keyakinan bahwa apa pun kegiatan yang diinisiasi guru, pasti baik bagi anak. Dan guru tidak perlu berdiskusi dengan murid terkait kegiatan tersebut. Sebab semua demi kebaikan murid. 

    Hal itu tidak benar. Murid sebagai bagian dari subjek yang menjadi inspirasi dan nyawa setiap kegiatan pendidikan guru, wajib menjadi pihak yang juga berperan dalam merumuskan kegiatan pembelajaran dan layanan BK yang dilakukan. Misalnya jika sebelumnya saya tidak pernah membuat kesepakatan kelas, saat ini saya mulai meminta pendapat murid saya mengenai kesepakatan kelas. Mulai bagaimana menghargai orang lain, menepati komitmen waktu, hingga saling mengingatkan jika masing-masing pihak berjalan di luar koridor norma. 

     Kemudian yang berubah juga yakni saya yang sebelumnya tidak begitu memahami tentang asas menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam setiap layanan BK atau kegiatan pembelajaran, dengan mempelajari modul ini, saya semakin mantap mengenai asas tersebut. Bahwa setiap guru memberdayakan muridnya agar mereka semakin menghargai nilai-nilai kemanusiaan. Setiap kegiatan para murid ditujukan untuk melatih murid peka kepada manusia di sekitarnya. Demikian pula dengan lingkungan yang menaunginya. Mengasah kepekaan ini baru makin kuat saya dapatkan setelah mempelajari modul 1.1 ini. 

    Setelah mempelajari ide-ide KHD tersebut saya pun yakin akan menerapkan kegiatan pendidikan yang mencerminkan pemikiran KHD seperti pendidikan nonkekerasan dan mengasah empati dan empati sosial murid. Salah satunya dengan kegiatan melatih murid bernalar kritis dan mandiri serta kreatif melaksanakan setiap kegiatan layanan BK. Tentu dengan strategi bimbingan yang berpihak pada anak. Anak sebagai episentrum setiap kegiatan yang saya lakukan. 


Saya juga tidak sabar menunggu belajar modul 1.2 untuk semakin mengetahui kegiatan pengembangan diri lainnya dari PGP ini. Modul 1.1 memantapkan dasar saya, dan modul 1.2 saya yakin membuat saya haus akan bekal-bekal pendidikan merdeka berikutnya!!

Wednesday, June 23, 2021

Resiliensi Saat Pandemi

 Pandemi covid 19 membawa dampak berkepanjangan dan multiaspek. Tidak saja pada aspek kesehatan, melainkan juga beberapa aspek lainnya. Aspek pendidikan juga terimbas oleh adanya pandemi ini. Mulai pembelajaran yang berubah menjadi pembelajaran daring, layanan BK yang akhirnya juga harus melalui daring, serta kesulitan untuk merasakan kondisi sosio emosional langsung dengan peserta didik. Tentu ini menyiksa, apalagi bagi iklim pendidikan Indonesia yang terbiasa mengedepankan interaksi sosial sebagai bagian dari sosialisasi warga sekolah. 

Namun tugas sebagai pendidik tentu juga tidak boleh berhenti karena pandemi. Justru karena pandemi ini lah maka pendidik harus lebih bekerja keras. Ya, bekerja keras. Kita dituntut untuk mencari model pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif untuk menyiasati kondisi pandemi ini. Sudah bertebaran berbagai role model pembelajaran interaktif. Tinggal bagaimana kita berusaha untuk mengadaptasinya pada lingkungan sekolah. Tentu saja sangat mencerahkan jika bapak ibu guru juga berlomba-lomba menciptakan inovasi baru dan berbagi untuk bapak ibu guru lainnya. Semoga walau pandemi ini belum dapat kita ketahui kapan berakhir, bapak ibu guru tetap selalu semangat mengawal pendidikan bagi anak-anak negeri ini. Tekad kuat kita lah yang akan membuat Indonesia berjaya saat masa depan itu kelak menyapa. Amiin. 

Sunday, May 30, 2021

Tempat kerja baru di SMAN 1 Kraksaan

 Sudah berjalan tiga bulan menjadi guru BK di SMAN 1 Kraksaan. Lingkungan kerja baru dengan anak-anak didik baru. Semangat selalu menjalankan amanah ini demi pendidikan terbaik bagi negeri. 

Tuesday, February 2, 2021

Pembelajaran Daring Sosiologi XII IPS, Rabu 3 Februari 2021

 Selamat pagi anak-anakku kelas XII IPS, alhamdulillah kembali berjumpa pada pertemuan hari ini. Oh iya sebelumnya jangan lupa mengerjakan evaluasi mandiri pada pertemuan minggu lalu pada link berikut ini yaa https://forms.gle/ejxxxBivQdkha26y5 sebagai nilai tugas untuk Bab I. Semangaat. 

Nah untuk bab II atau kegiatan pembelajaran II ini kita akan belajar bersama mengenai dampak dan upaya mengatasi ketimpangan sosial. Tujuan utamanya tentu untuk menyempitkan jurang ketimpangan sosial yang terjadi. Agar dapat pula meminimalisir atau mengurangi dampak negatif dari ketimpangan sosial tersebut. Lebih spesifiknya, tujuan kegiatan pembelajaran 2 ini adalah kalian mampu mendeskripsikan hasil pengamatan dan diskusi tentang dampak dan upaya mengatasi ketimpangan sosial dalam masyarakat. 

Dampak ketimpangan sosial ada berbagai macam yang dapat terjadi di masyarakat, bahkan juga di lingkungan kalian looh. Apa saja sih bentuknya, lihat penjelasan di bawah ini ya: 

Dampak Ketimpangan Sosial dalam Masyarakat
Ketimpangan yang terjadi di masyarakat memiliki dampak positif dan dampak negatif. Adapun dampak positif ketimpangan sosial bagi kehidupan masyarakat sebagai berikut:

a. Ketimpangan sosial dapat menjadi stimulasi ampuh bagi beberapa wilayah
untuk terus memaksimalkan potensi mereka demi menuju ke arah yang
senantiasa lebih baik lagi.
b. Ketimpangan sosial juga dapat menumbuhkan rasa empati antargolongan
untuk membantu yang lain demi mendapatkan kesetaraan yang sudah
semestinya
c. Ketimpangan sosial meminimalisir mental individu yang biasanya gampang
cepat puas dengan ini mereka akan terus didorong untuk mengkontribusikan
yang lebih baik dari diri mereka masing-masing.
d. Mengajarkan pada masyarakat mengenai arti tentang kehidupan yang beragam
e. Mendorong manusia untuk lebih pandai bersyukur atas apa yang dipunyai.

Sedangkan dampak negatif ketimpangan sosial adalah :
a. Melemahnya minat untuk berwirausaha/berwiraswasta.
Beberapa ahli mengatakan bahwa globalisasi adalah sebuah strategi jitu bagi kepentingan perusahaan multinasional, seperti pajak yang lebih rendah dan peraturan yang longgar. Dengan demikian, banyak perusahaan asing 
(memiliki modal yang besar) menanamkan modalnya di Indonesia. Hal tersebut secara perlahan dapat menyisihkan pengusaha kecil lokal yang tidak mampu bersaing baik dari segi modal maupun teknologi. Pada selanjutnya masyarakat mengalami ketimpangan sosial. Ketimpangan sosial menghambat minat masyarakat untuk berwirausaha, khususnya masyarakat yang memiliki modal kecil.

b. Diskriminasi sosial.
Pengertian diskriminasi adalah suatu sikap, perilaku, dan tindakan yang tidak adil atau tidak seimbang yang dilakukan oleh individu atau kelompok terhadap individu atau kelompok lainnya. Ada juga yang menyebutkan arti diskriminasi adalah suatu tindakan atau perlakuan yang mencerminkan ketidakadilan terhadap individu atau kelompok tertentu yang disebabkan oleh adanya karakteristik khusus yang dimiliki oleh individu atau kelompok tersebut.

Perlakukan secara tidak adil dapat terjadi dimana dan kapan saja karena adanya perbedaan karakteristik berikut ini:
1) Perbedaan suku dan ras, Contoh diskriminasi ras; menutup peluang kerja suatu jenis pekerjaan bagi ras tertentu sehingga tidak ada kesetaraan pada jenis pekerjaan tersebut.

2) Perbedaan kelas sosial, Contoh diskriminasi sosial; pelayanan berbeda atas fasilitas umum (misalnya fasilitas kesehatan) terhadap masyarakat yang kaya dan masyarakat yang kurang mampu

3) Perbedaan jenis kelamin (gender) Contoh diskriminasi gender; menetapkan gaji yang lebih rendah kepada tenaga kerja wanita dibanding pria meskipun tugas dan tanggungjawabnya sama.

4) Perbedaan agama/kepercayaan, Contoh diskriminasi agama; mempersulit atau menghambat proses kegiatan keagamaan lain di suatu daerah dengan alasan mayoritas penduduk di daerah tersebut adalah agama yang berbeda

5) Perbedaan pandangan politik

6) Perbedaan kondisi fisik dan lain-lain
Seorang ahli sosiologi bernama Pettigrew (dalam Liliweri 2005) menyebutkan ada dua tipe diskriminasi yang dapat terjadi di masyarakat. Adapun jenis dan tipe diskriminasi adalah sebagai berikut:

1) Diskriminasi Langsung adalah suatu bentuk diskriminasi dimana hukum, peraturan, atau kebijakan dibuat dengan menyebutkan secara jelas karakteristik tertentu. Misalnya agama, ras, jenis kelamin, kondisi fisik, sehingga sebagian orang tidak mendapatkan peluang yang sama.

2) Diskriminasi Tidak Langsung. Tipe diskriminasi ini terjadi ketika suatu peraturan yang sifatnya netral namun dalam pelaksanaannya di lapangan terjadi diskriminasi terhadap masyarakat yang memiliki karakteritik tertentu


c. Kecemburuan sosial
Kecemburuan sosial dapat diartikan suatu kondisi munculnya perasaan atau sikap yang kurang senang dari suatu kelas sosial karena adanya perbedaanperbedaan dalam kehidupan bermasyarakat.


d. Konflik Sosial

Konflik sosial adalah suatu proses sosial yang terjadi antara dua pihak atau lebih, dimana salah satu pihak berupaya untuk menyingkirkan pihak lainnya dengan cara menghancurkan atau membuatnya tak berdaya. Pada umumnya, konflik terjadi karena adanya perbedaan (pendapat, ideologi, budaya, dan lainnya) di masyarakat yang kemudian menimbulkan masalah dan belum ditemukan kesepakatan dalam menyelesaikan masalah tersebut.

e. Kriminalitas
Masyarakat miskin karena ketimpangan sosial harus berusaha keras memenuuhi kebutuhan hidupnya di era globalisasi ini. Beberapa dari mereka terpaksa menghalalkan segala cara agar dapat memenuhi hidupnya, yaitu dengan melakukan berbagai macam tindakan kriminal seperti mencuri, merampok, berjudi, penodongan,dan tindakan kriminal lainnya.

f. Terjadinya monopoli

Ketimpangan sosial menyebabkan seseorang yang kaya menjadi kaya dan seseorang yang miskin menjadi semakin miskin. Hal tersebut disebabkan, seseorang yang mempunyai kekuatan baik dari segi ekonomi, hukum, politik dan bidang lainnya akan berupaya untuk bisa lebih menguasai bidang
masing-masing dengan cara melebarkan sayap kekuasaan mereka. Hal tersebut membuat rakyat miskin semakin tertindas karena mereka tidak mempunyai kemampuan untuk melawannya. Misalnya, maraknya pembangunan mall-mall di kota-kota besar atau pembangunan swalayan di kota-kota kecil sedikit demi sedikit akan mematikan pedagang di pasar tradisional.

Untuk hari ini sekian dulu yaa materi yang qta pelajari bersama, minggu depan, qta akan membahas mengenai upaya mengatasi ketimpangan sosial. Yuk isi daftar hadir dulu https://forms.gle/MZxqdVuyRVKRbLSA8

Monday, February 1, 2021

Pembelajaran Daring Sosiologi XI IPS, Selasa 2 Februari 2021

 PENILAIAN DIRI 

Selamat pagi anak-anakku kelas XI IPS, sebelum melanjutkan ke bab berikutnya, saya ingin mengetahui nih penilaian diri kalian tentang pemahaman terhadap beberapa materi sosiologi pertemuan-pertemuan sebelumnya pada bulan Januari 2021. Silakan mengisikan penilaian diri hari ini dan jangan lupa mengerjakan evaluasi petemuan minggu kemarin yaa pada tanggal 26 Januari 2021 SIlakan mengisi pada link berikut https://forms.gle/9ua9CfxU6ix4V9FD8

Cegah Kriminalisasi Melalui Dewan Etik Guru

  Oleh : Masbahur Roziqi Penulis adalah guru bimbingan dan konseling SMAN 1 Kraksaan Kabupaten Probolinggo Profesi guru ternyata masih r...